KUSTA adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan bagian atas. Jika tidak ditangani sejak awal, kusta dapat menyebabkan gangguan saraf hingga kecacatan.
Ini yang sering disalahpahami. Kusta tidak mudah menular. Penularannya membutuhkan kontak erat dan lama dengan penderita yang belum diobati. Kusta tidak menular melalui sentuhan singkat, berjabat tangan, berbagi alat makan, atau duduk berdekatan.
Gejala kusta sering tidak terasa nyeri sehingga kerap diabaikan. Beberapa tanda awal yang perlu dikenali antara lain:
Bercak putih atau kemerahan di kulit yang mati rasa
Kulit terasa kebas atau kesemutan
Otot terasa lemah, terutama pada tangan atau kaki
Luka yang tidak terasa sakit
Penebalan pada saraf tertentu
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Kabar baiknya, kusta dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Pemerintah Indonesia menyediakan pengobatan kusta secara gratis melalui fasilitas kesehatan. Setelah minum obat secara rutin, penderita tidak lagi menularkan kusta kepada orang lain.
Di Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya jumlah kasus, tetapi juga stigma sosial. Banyak penderita kusta merasa takut, malu, atau dikucilkan sehingga enggan berobat. Padahal, kusta adalah penyakit medis, bukan kutukan atau penyakit keturunan.
Edukasi dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sangat penting agar penderita berani memeriksakan diri dan menyelesaikan pengobatan.
Pencegahan kusta dapat dimulai dari hal sederhana:
Mengenali gejala sejak dini
Tidak mengucilkan penderita
Mendorong pemeriksaan dan pengobatan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan
Semakin cepat kusta ditemukan, semakin kecil risiko kecacatan dan penularan.
Kusta masih ada di sekitar kita, namun bukan penyakit yang perlu ditakuti. Dengan pengetahuan yang benar, pemeriksaan dini, dan pengobatan teratur, kusta dapat disembuhkan dan dicegah dampaknya. Mari bersama-sama melawan stigma dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan pada kulit yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan terdekat.