KESADARAN tentang gizi semakin penting dalam situasi saat ini. Setelah
beberapa tahun masyarakat menghadapi perubahan ekonomi, kebiasaan kerja yang
lebih banyak duduk, serta maraknya makanan siap saji, masalah kesehatan seperti
berat badan berlebih, diabetes, dan tekanan darah tinggi makin sering ditemui.
Banyak orang merasa sudah makan cukup, tetapi belum tentu gizinya tercukupi.
Tantangan Gizi yang Kita Hadapi
Sekarang
Harga bahan pangan yang naik membuat sebagian keluarga memilih makanan
yang murah dan mengenyangkan, misal mie instan atau gorengan. Di sisi lain,
layanan pesan antar makanan memudahkan kita membeli menu tinggi kalori kapan
saja.
Anak-anak juga menghadapi tantangan serupa. Jajan kemasan dan minuman
manis lebih menarik dibanding buah dan sayur. Padahal, masa pertumbuhan membutuhkan
zat gizi lengkap agar daya tahan tubuh dan kemampuan belajar optimal.
Apa itu Gizi Seimbang?
Gizi Seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dalam prinsipnya, Gizi Seimbang terdiri dari 4 pilar, yang pada dasarnya merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan mengontrol berat badan secara teratur.
Adapun 4 pilar Gizi Seimbang tersebut, yaitu:
1. Konsumsi makanan dengan beraneka ragam
Makanan yang kita makan menyumbangkan zat-zat gizi yang beragam, sehingga tidak ada makanan yang lengkap kandungan zat gizinya, terkecuali ASI untuk bayi 0-6 bulan. Sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi beraneka ragam makanan dan beraneka ragam warna. Sebagai contoh sumber karbohidrat merupakan sumber utama kalori, namun rendah vitamin dan mineral. Selain itu, sayur dan buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat namun rendah kalori dan protein.
Dalam mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam harus dalam proporsi makanan yang seimbang, jumlah yang cukup, tidak berlebihan, dan dilakukan secara teratur. Kita dapat menerapkan prinsip “Isi Piringku” yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga keseimbangan zat gizi dapat terpenuhi.
2. Pola hidup aktif dan berolahraga
Pola hidup aktif dilakukan dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah segala macam kegiatan tubuh, termasuk olahraga. Aktivitas fisik merupakan upaya tubuh dalam menyeimbangkan keluar dan masuknya zat gizi, terutama sumber energi utama dalam tubuh. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat memperlancar sistem metabolisme tubuh, tak terkecuali metabolisme zat gizi. Untuk meningkatkan aktivitas fisik kita dapat menambahkan olahraga setidaknya 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit per sesi, agar keseimbangan zat gizi dalam tubuh dapat terpelihara.
3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat
Dengan menerapkan Pola Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS), kita dapat terhindar dari penyakit infeksi. Bahkan 45%
penyakit diare bisa dicegah dengan mencuci tangan. Waktu untuk mencuci tangan
dengan air bersih dan sabun, antara lain:
1)
Sebelum dan sesudah memegang makanan;
2)
Sesudah buang air kecil dan buang air bear;
3)
Sesudah memegang binatang;
4)
Sesudah berkebun;
5) Sesudah bermain.
4. Menjaga berat badan ideal
Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa telah terjadi kesimbangan gizi di dalam tubuh adalah memiliki berat badan yang normal dalam Indeks Masa Tubuh (IMT). Pemantuan berat badan dapat dilakukan dengan mengukur berat badan per tinggi badan kuadrat dalam meter.
SITUASI masa kini boleh berubah, namun kebutuhan tubuh tetap sama, yaitu
makanan bergizi dan seimbang. Memilih sumber pangan lokal, mengurangi gula
berlebih, serta memperbanyak sayur dan buah adalah investasi kesehatan jangka
panjang. Dengan gizi yang baik, keluarga lebih kuat menghadapi aktivitas
sehari-hari dan terhindar dari berbagai penyakit.
Sumber: Kemkes