Artikel Kesehatan

Kapan Periksa Laboratorium?


Pemeriksaan Laboratorium merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan. Banyak orang baru memeriksakan diri ketika sudah mengalami keluhan, padahal berbagai penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Melalui pemeriksaan laboratorium, kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.


Menurut World Health Organization (WHO), deteksi dini merupakan salah satu strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, seperti Diabetes, Hipertensi, Penyakit Ginjal, dan Penyakit Jantung. Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian dari upaya tersebut karena dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko maupun gangguan kesehatan sebelum muncul komplikasi.



Mengapa Pemeriksaan Laboratorium Penting?

Pemeriksaan laboratorium memberikan informasi yang tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan dapat membantu tenaga kesehatan untuk:

  • Mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh.
  • Mendeteksi penyakit pada tahap awal.
  • Menentukan diagnosis secara lebih akurat.
  • Memantau perkembangan penyakit.
  • Menilai keberhasilan pengobatan yang sedang dijalani.

Menurut Centers for Disease Control and Preventation (CDC), pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu mengidentifikasi faktor risiko penyakit lebih awal sehingga peluang keberhasilan penanganan menjadi lebih baik.



Kapan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium?

1. Saat Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Tidak perlu menunggu sakit untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Orang dewasa dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko yang dimiliki. Pemeriksaan rutin membantu mengetahui perubahan kondisi tubuh sejak dini


2. Ketika Memiliki Faktor Risiko Penyakit

Pemeriksaan laboratorium sangat dianjurkan apabila memiliki salah satu atau lebih kondisi berikut:

  • Usia diatas 40 tahun.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung dalam keluarga.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Merokok.
  • Memiliki pola makan tinggi gula, garam, atau lemak jenuh.

Menurut American Heart Association (AHA), orang dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular perlu melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, termasuk pemeriksaan laboratorium sesuai anjuran tenaga kesehatan.


3. Saat Mengalami Keluhan yang Tidak Kunjung Membaik 

Segera konsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan seperti:

  • Demam berkepanjangan.
  • Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
  • Berat badan turun tanpa direncanakan.
  • Sering haus dan sering buang air kecil.
  • Nyeri sendi berulang.
  • Bengkak pada kaki.
  • Batuk yang berlangsung lama. 

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan laboratorium untuk membantu mencari penyebab keluhan tersebut.


4. Sebelum Menjalani Tindakan Medis atau Operasi

Pemeriksaan laboratorium sering kali menjadi bagian dari persiapan sebelum operasi atau tindakan medis tertentu, tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi tubuh secara umum dan membantu tenaga kesehatan merencanakan tindakan yang aman.


5. Saat Menjalani Pengobatan Penyakit Kronis

Bagi pasien dengan penyakit seperti:

  • Diabetes melitus.
  • Hipertensi.
  • Penyakit ginjal.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Kolesterol tinggi.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memantau perkembangan penyakit dan menilai efektivitas pengobatan yang diberikan.



Jenis Pemeriksaan Laboratorium

Sesuai kondisi dan kebutuhan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan Gula Darah.
  • Pemeriksaan Asam Urat.
  • Pemeriksaan Kolesterol.
  • Fungsi Ginjal.
  • Fungsi Hati.
  • Lemak Darah.

Sebagian pemeriksaan, seperti pemeriksaan kolesterol atau pemeriksaan tertentu lainnya, mungkin memerlukan persiapan khusus seperti puasa atau persiapan lainnya. Untuk itu, selalu ikuti petunjuk yang diberikan agar hasil pemeriksaan laboratorium lebih akurat.



Pemeriksaan Laboratorium bukan hanya dilakukan ketika seseorang sedang sakit. Pemeriksaan laboratorium juga berperan penting dalam menjaga kesehatan melalui deteksi dini, pemantauan faktor risiko, serta evaluasi kondisi tubuh secara berkala. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, berbagai penyakit dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sehingga peluang mempertahankan kualitas hidup yang baik menjadi lebih besar.




Referensi:

  • World Health Organization (WHO). Noncommunicable Diseases (NCDs); Key Facts.
  • World Health Organization (WHO). Package of Essential Noncommunicable (PEN) Disease; Interventions for Primary Health Care.
  • Centers for Disease Control and Preventation (CDC); Regular Chekups Are Important.
  • American Heart Association; Prevention and Treatment of Cardiovascular Disease Risk Factors.
  • American Diabetes Association; Standards of Care in Diabetes.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.  

Artikel Lainnya

Gejala Demam

487 views