"Merdeka" bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memiliki kebebasan untuk menjalani hidup dengan sehat, aktif, dan produktif. Salah satu langkah nyata untuk mewujudkannya adalah dengan menjaga diri dari penyakit tidak menular, seperti Hipertensi, Diabetes, dan Kolestrol Tinggi.
Ketiga kondisi tersebut sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, seseorang dapat merasa sehat tetapi sebenarnya sudah memiliki faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan komplikasi lainnya.
Kementerian Kesehatan RI juga menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan status berat badan sebagai bagian dari deteksi dini.
Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi Saling Berkaitan dan Perlu Diwaspadai
Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi bukanlah tiga masalah kesehatan yang selalu berdiri sendiri. Seseorang dapat mengalami lebih dari satu kondisi secara bersamaan. Ketika beberapa faktor risiko tersebut muncul, risiko penyakit kardiovaskular dapat meningkat. Karena itu, menjaga satu indikator kesehatan saja tidak cukup.
Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi merupakan faktor risiko penting bagi penyakit kardiovaskular. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Yang membuat ketiganya perlu mendapat perhatian adalah gejalanya tidak selalu terasa sejak awal.
Kementerian Kesehatan RI menyebut hipertensi dan diabetes sebagai kondisi yang dapat "mengintai diam-diam" karena seseorang bisa memiliki tekanan darah atau gula darah tinggi tanpa merasakan keluhan yang berarti.
Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah terlalu tinggi. Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, inilah sebabnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi penting. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko:
WHO menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam, memperbanyak makan buah dan sayur, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta berhenti merokok dapat membantu mencegah maupun menurunkan tekanan darah. Sebagian orang tetap memerlukan obat sesuai resep dokter.
Pemeriksaan sederhana dengan tensimeter dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi tekanan darah, jangan menunggu sakit untuk mengukur tekanan darah.
Diabetes
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkatkan dan dalam jangka panjang merusak berbagai oragn tubuh.
Pada diabetes tipe 2, keluhan dapat muncul secara perlahan sehingga seseorang terkadang baru mengetahui dirinya memiliki diabetes setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
Jika kadar gula darah tidak dikendalikan dengan baik, diabetes dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan saraf, gangguan penglihatan, hingga masalah pada kaki. Dan jika tidak ada gejala bukan berarti seseorang pasti bebas dari diabetes.
Risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, dan tidak merokok.
Kolesterol Tinggi
Kolesterol sebenernya dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membentuk membran sel dan hormon. Masalah muncul ketika kadar atau komposisi lemak dalam darah tidak berada pada kondisi yang sehat.
Profil Lipid umumnya mencakup:
Kadar LDL yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. WHO menjelaskan bahwa LDL dan Non-HDL merupakan faktor risiko penting yang dapat berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular.
Kolesterol tinggi juga sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, pemeriksaan profil lipid dapat membantu mengetahui kondisi lemak dalam darah. Dalam pedoman pemeriksaan Kementerian Kesehatan RI, hasil profil lipid dinilai berdasarkan beberapa parameter seperti kolesterol total, HDL, LDL dan trigeliserida.
Penanganan tidak hanya ditentukan oleh satu angka, tetapi juga mempertimbangkan faktor risiko dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.
Cara Mengurangi Risiko dan Mengendalikan Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi
Memiliki Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi bukan berarti hidup harus berhenti aktivitas. Justru, pengelolaan yang konsisten dapat membantu menurunkan risiko komplikasi. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan:
WHO menekankan bahwa pengobatan hipertensi, diabetes, kadar lemak darah yang tinggi diperlukan pada orang yang membutuhkan untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Jangan Tunggu ada gejala untuk periksa kesehatan. Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap pemeriksaan kesehatan hanya diperlukan ketika tubuh merasa sakit. Padahal, pemeriksaan kesehatan dengan rutin dapat membantu menemukan masalah kesehatan lebih awal. Pemeriksaan dapat mencakup tekanan darah, gula darah, berat, badan, dan profil lipid sesuai dengan usia, faktor risiko, serta anjuran dari Dokter.
Tekanan darah perlu diperhatikan, Gula darah perlu diperiksa, dan Profil Lipid perlu dipantau.
Referensi: