Artikel Kesehatan

Vaksinasi Bukan Hanya untuk Bayi: Siapa Saja yang Membutuhkan Imunisasi?


"Imunisasi" Ketika mendengar kata itu, banyak orang langsung membayangkan bayi dan balita yang datang ke posyandu atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Padahal, perlindungan dari vaksin tidak berhenti setelah masa kanak-kanak.


Saat ini. para ahli kesehatan dunia menekankan pentingnya imunisasi sepanjang siklus kehidupan (life-course immunization), yaitu pemberian vaksin yang disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, pekerjaan, maupun risiko paparan penyakit. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa setiap orang dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi pada setiap tahap kehidupan, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lansia.

 

Sistem kekebalan tubuh dapat berubah seiring bertambahnya usia. Selain itu, ada beberapa penyakit yang lebih berisiko menyerang kelompok tertentu, misalnya remaja, ibu hamil, tenaga kesehatan, orang dengan penyakit kronis, maupun lansia.


WHO melalui Immunization Agenda 2030 menegaskan bahwa semua orang seharusnya mendapatkan manfaat vaksinasi sepanjang hidup, termasuk melalui imunisasi kejar (catch-up vaccination) dan dosis penguat (booster).


Dr. Kate O'Brien, Direktur Departemen Imunisasi WHO, menyampaikan:

"Ketika kita memprioritaskan pencegahan penyakit untuk mendukung kesehatan sepanjang hidup, kita menciptakan peluang kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan" 


Artinya vaksinasi bukan hanya untuk mencegah penyakit saat ini, tetapi juga membantu menjaga kualitas hidup di masa mendatang.



Siapa Saja yang Membutuhkan Imunisasi?

1. Bayi dan Balita 

Bayi merupakan kelompok yang paling dikenal dalam program imunisasi. Pada masa awal kehidupan, sistem kekebalan tubuh masih berkembang sehingga vaksin dibutuhkan untuk membantu melindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah, seperti:

  • Hepatitis B.
  • Tuberkulosis (BCG)
  • Polio.
  • Campak.
  • Difteri.
  • Pertusis (batuk rejan).
  • Tetanus.
  • Rubella.
  • Pneumonia.
  • Rotavirus.

WHO menjelaskan bahwa imunisasi anak telah menyelamatkan jutaan nyawa dan membantu anak tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat.


2. Anak dan Remaja 

Perlindungan vaksin tidak berhenti setelah masa balita. Beberapa vaksin diberikan pada usia sekolah atau remaja untuk memperkuat perlindungan tubuh atau mencegah penyakit tertentu, contohnya:

  • Vaksin HPV.
  • Tetanus dan Difteri (booster).
  • Campak dan Rubella (imunisasi lanjutan)
  • Vaksin tertentu sesuai kebutuhan kesehatan atau risiko paparan.

Vaksin HPV, dapat mencegah infeksi virus HPV yang berkaitan dengan kanker serviks di kemudian hari. WHO memasukkan vaksin HPV sebagai bagian dari imunisasi yang direkomendasikan untuk berbagai negara.


3. Ibu Hamil 

Kehamilan merupakan masa yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam perlindungan terhadap penyakit menular.


Beberapa vaksin dapat membantu melindungi ibu sekaligus memberikan perlindungan awal kepada bayi.


CDC merekomendasikan vaksin tertentu selama kehamilan, seperti:

  • Tdap pada setiap kehamilan.
  • Influenza musiman.
  • Vaksin tertentu sesuai kondisi dan risiko individu.

Karena kondisi setiap ibu berbeda, konsultasikan dengan tenaga kesehatan sangat penting sebelum menerima vaksin selama kehamilan.


4. Orang Dewasa 

Banyak orang mengira bahwa setelah dewasa, vaksin tidak lagi diperlukan.

 

CDC menjelaskan bahwa tetap mengikuti jadwal imunisasi merupakan salah satu langkah terbaik untuk melindungi kesehatan orang dewasa.


Contoh vaksin yang dapat direkomendasikan pada orang dewasa sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan antara lain:

  • Influenza.
  • Hepatitis.
  • Tetanus-Difteri-Pertusis (Td/Tdap).
  • COVID-19.
  • Pneumokokus.
  • HPV.
  • Vaksin lain sesuai faktor risiko.

5. Lansia 

Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh dapat mengalami perubahan sehingga lansia lebih rentan mengalami komplikasi akibat penyakit infeksi.


WHO menekankan bahwa vaksinasi pada usia lanjut merupakan bagian penting dari upaya mendukung penuaan yang sehat (healthy aging).


Beberapa vaksin yang dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan antara lain:

  • Influenza.
  • Pneumokokus.
  • Herpes zoster.
  • COVID-19.
  • RSV pada kelompok tertentu.

Tujuannya bukan hanya mencegah penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup dan kemandirian lansia.


6. Orang dengan Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko infeksi atau komplikasi, misalnya:

  • Diabetes.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit paru kronis.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan kekebalan tubuh.

CDC menyebutkan bahwa rekomendasi vaksin dapat berbeda sesuai kondisi medis seseorang. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan penting untuk menentukan vaksin yang sesuai.


7. Tenaga Kesehatan dan Pekerja dengan Risiko Tinggi 

Tenaga kesehatan dan orang yang bekerja di lingkungan dengan risiko paparan penyakit tertentu juga dapat memerlukan imunisasi sesuai pekerjaannya. Tujuannya bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu melindungi pasien dan lingkungan sekitar, serta mencegah penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.


WHO juga menempatkan tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas dalam berbagai program imunisasi.

 

 

Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi telah melalui proses penelitian, pengujian keamanan, dan evaluasi sebelum digunakan secara luas.


WHO menyebutkan bahwa vaksin merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif untuk mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian akibat penyakit menular.


Efek samping ringan seperti nyeri pada tempat suntikan, kemerahan, atau demam ringan dapat terjadi pada sebagian orang dan biasanya bersifat sementara. 


WHO dan CDC menjelaskan bahwa terdapat konsep catch-up vaccination atau imunisasi kejar, yaitu pemberian vaksin yang belum lengkap pada usia berikutnya. Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk berkonsultasi mengenai status imunisasi.


Imunisasi bukan hanya untuk bayi. Perlindungan terhadap penyakit dapat dibutuhkan sejak masa bayi hingga usia lanjut. Dengan mengikuti rekomendasi imunisasi yang sesuai, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat.


Pentingnya mengetahui status imunisasi diri dan keluarga serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksin yang sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko masing-masing.


Vaksinasi bukan hanya tentang mencegah penyakit hari ini, tetapi juga investasi untuk kesehatan di masa depan.

 


 

Referensi:

  • World Health Organization (WHO); Essential Programme on Immunization.
  • World Health Organization (WHO); Vaccination at Every Age is Key to Unlocking the Full Potential of Immunization.
  • World Health Organization (WHO); Vaccines and Immunization.
  • World Health Organization (WHO); Immunization Agenda 2030.
  • World Health Organization (WHO); WHO Recommendations for Routine Immunization.
  • CDC; Recommended Vaccinations for Adults.
  • CDC; Guidelines for Vaccinating Pregnant Women.
  • CDC; Adult Immunization Schedule by Medical Condition.

Artikel Lainnya

Gejala Demam

558 views